PROGRAM KELUARGA BERENCANA MENURUT HUKUM ISLAM

Islam pada umumnya melakukan menentang tentang adanya program-program KB, yang didasari pada keagamaan. Salah satu nash Al-Qur’an yang menentang program KB yaitu terdapat dalam Q.S Al-Baqarah : 223, yang menyatakan bahwa :

“Isteri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”

Pengertian-dan-Hukum-Keluarga-BerencanaNamun, KB dapat diterima dan dibolehkan oleh agama apabila KB dilakukan dengan maksud dan tujuan tertentu untuk menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan melahirkan keturunan yang dapat mewujudkan kemashlahatan bagi umatnya dan dapat mencegah kemudlaratan.

Program KB yang diperbolehkan menurut ulama dan syari’at yaitu KB merupakan pengaturan kelahiran/ pencegahan kelahiran untuk sementara waktu dengan kesepakatan antara suami dan istri.

5 alat kontrasepsi dan hukum penggunaannya :

  1. Cara kerjanya, mencegah atau menunda kehamilan yang diperbolehkan dalam syari’at Islam.
  2. Sifatnya, KB yang dilakukan tersebut merupakan pencegahan sementara atau pemandulan permanen.
  3. Pemasangannya, berkaitan dengan cara memasang alat tersebut dan orang yang memasangkannya.
  4. Dampak kesehatan dari penggunaan alat kontrasepsi.
  5. Bahan yang terkandung dalam alat kontrasepsi tersebut.

Menurut islam alat kontrasepsi yang diperbolehkan oleh islam adalah yang cara kerjanya hanya mencegah kehamilan, tidak permanen (dapat menyebabkan kemandulan) dan dapat dipasang sendiri oleh penggunanya. Sehingga, aurat dari pengguna dapat terjaga tanpa harus dilihat oleh orang yang bukan muhrimnya.

Q.S An- Nisa‟ ayat 9:

“Dan hendaklah takut pada Allah orang -orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkanperkataan yang benar”.

Seorang muslim yang membatasi keturunannya karena takut akan miskin maka orang-orang tersebut tergolong orang-orang yang kafir di zaman Jahilliyah, yang membunuh anak mereka sendiri karena takut miskin. Sama halnya dengan zaman sekarang ini, mereka melakukan penundaan kehamilan karena takut akan miskin. Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖنَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚإِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (Qs. al-Israa’: 31)

Program KB menurut syari’at para ulama membedakan antara membatasu kehamilan dan mencegah atau mengaturnya kehamilan, yaitu:

Membatasi (jumlah) keturunan adalah menghentikan kelahiran secara permanen sehingga wanita tersebut tidak dapat memiliki keturunan. Tujuannya untuk membatasi jumlah keturunan dengan menghentikannya setelah mencapai jumlah yang ditentukan.

Mencegah kehamilan adalah menggunakan berbagai sarana yang diperkirakan bisa menghalangi seorang perempuan dari kehamilan, seperti: mengonsumsi obat-obatan (pencegah kehamilan), memasang penghalang dalam vagina, menghindari hubungan suami istri ketika masa subur.

Mengatur kehamilan adalah menggunakan berbagai sarana untuk mencegah kehamilan, tapi bukan dengan tujuan untuk menjadikan mandul atau mematikan fungsi alat reproduksi, tetapi tujuannya mencegah kehamilan dalam jangka waktu tertentu.

Mengatur kehamilan ada yang diperbolehkan yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin boleh dilakukan dengan dua syarat, yaitu :

  1. Adanya kebutuhan yang dibenarkan dalam syariat, seperti seorang istri yang sakit sehingga tidak mampu hamil tiap tahunnya, kurus dan lemahnya tubuh istri, dan penyakit-penyakit lainnya yang dapat membahayakannya jika dia hamil setiap tahun.
  2. Istri telah mendapatkan izin dari suami untuk mengatur kehamilannya, karena suami mempunyai hak untuk memiliki banyak keturunan. Istri yang mengalami kelahiran yang banyak dalam waktu berturut-turut sehingga istri tidak mampu memberikan ASI yang cukup bagi bayinya, maka wanita tersebut diperbolehkan mengkonsumsi obat yang dapat menunda kehamilan dalam jangka waktu tertentu bukan seterusnya.

downloadAda beberapa alat kontrasepsi yang banyak dikenal di Indonesia, yaitu :

  1. Pil, berupa tablet yang bekerja dalam tubuh wanita untuk mencegah terjadinya pembuahan dan melakukan perubahan pada dinding rahim.
  2. Suntikan, yaitu menginjeksi cairan ke dalam tubuh wanita.
  3. Susuk KB, yaitu terdiri dari enam kapsul yang diinsersikan di bawah kulit lengan bagian dalam kira-kira 6 sampai 10 cm dari lipatan siku.
  4. IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi dalam Rahim), terbuat dari plastik halus dengan tembaga tipis.
  5. Cara-cara tradisional dan metode sederhana, misalnya minum jamu dan metode kalender.

Dari contoh-contoh alat kontrasepsi di atas, IUD/AKDR pernah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia tahun 1972 sebagai alat kontrasepsi yang tidak dibenarkan selama masih ada alat-alat yang lain. Alasannya karena alat tersebut menyebabkan seorang wanita tidak dapat memiliki anak lagi.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat penggunaan alat kontrasepsi pada wanita, yaitu :

  1. Sebelum menggunakan alat kontrasepsi/obat anti hamil, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang benar-benar dapat dipercaya agamanya, karena kalau menurut hukum islam progam KB ini diharamkan. Banyak dokter yang dengan mudahnya memperbolehkan program KB, karena banyak dokter yang tidak mengetahui hukum-hukum program KB dalam syari’at-syari’at islam.
  2. Gunakan alat kontrasepsi/obat anti hamil yang tidak membahayakan kesehatan bagi penggunanya. Sebaiknya gunakan alat kontrasepsi yang ringan efek sampingnya tehadap efek samping penggunanya.
  3. Perhatikan juga saat pemasangan alat kontrasepsinya,usahakan alat tersebut cara penggunaannya tidak mengharuskan dengan membukanya aurat yang besar. Aurat seorang wanita hanya diperbolehkan dilihat oleh suaminya saja.

Referensi :

Fauzia Amelia, dkk. 2004.Wacana dan gerakan.Jakarta:PT. Gramedia pustaka utama

Syarbini, Amirulloh dan Hasbiyallah.2013.Anda bertanya Ustadz Menjawa.Bandung: Ruang Kata Imprint Kawan Pustaka

http://www.academia.edu/6194340/MAKALAH_KB_DALAM_ISLAM_WA_IDA

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keluarga-berencana-islami.html

Iklan

Halo dunia!

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!